MSDM (Manajemen Sumber daya Manusia) merupakan manajemen yang secara khusus mempelajari peranan serta hubungan manusia pada suatu organisasi perusahaan. Unsur dari MSDM ini adalah tenaga kerja maupun karyawan pada suatu perusahaan yang tidak lain adalah manusia. Pada intinya, MSDM ini berfokus pada tenaga kerja manusia.

Terdapat 3 metode pendekatan MSDM

1.      Pendekatan mekanis

        Pendekatan mekanis adalah tenaga manusia yang dapat tergantikan oleh tenaga mesin untuk melakukan pekerjaan. Penggantian ini didasarkan kepada pertimbangan kemanusiaan, ekonomis, efektivitas, dan kemampuan yang lebih besar dan lebih baik. Pendekatan ini menitik beratkan analisisnya terhadap spesialisasi, standarisasi, efektivitas, dan memperlakukan karyawan seperti mesin. Dalam hal ini, seorang pekerja hanya berfokus pada satu jenis pekerjaan saja. Contoh dari pendekatan ini yaitu ketika pada suatu perusahaan makanan ringan berbagai rasa dalam mencamburkan bubuk rasa menggunakan mesin agar pencampuran bubuk terhadap makanan tersebut merata, setiap mesin hanya membutuhkan 1 orang untuk mengoperasikannya sehingga kondisi makanan higenis karna tidak banyak campur tangan secara langsung dari manusia dan pembuatannya pun lebih cepat dan hasil produksinya pun lebih banyak karna menggunakan mesin.

 


2.      Pendekatan paternalis

        Pendekatan paternalis adalah manajer (bertindak seperti bapak) yang bertugas untuk memberi pengarahan kepada bawahaannya (terhadap anak-anaknya). Para bawahan diperlakukan dan diberikan fasilitas yang baik. salah satu contohnya yaitu seperti mess perusahaan. Diberikan tempat tinggal secara gratis dan lokasi yang cukup dekat dengan perusahaan membuat sebagian karyawan menjadi berangkat bekerja terlambat karena menyepelekan jarak yang begitu dekat.

 


3.       Pendekatan sistem sosial

        Pendekatan ini memandang bahwa perusahaan/organisasi merupakan suatu sistem yang kompleks yang beroperasi dalam suatu lingkungan yang kompleks juga dan biasanya disebut sebagai suatu sistem eksernal.  Salah satu contohnya yaitu apabila terdapat suatu event, ketua pelaksananya ikut berbaur dan bekerja sama dengan para divisi-divisi lainnya tanpa memandang statusnya yang seorang ketua pelaksana, sehingga terdapat hubungan kerja sama yang baik antara ketua dan anggota lainnya.

 


Referensi:

http://dadangdjoko.blogspot.com/2014/05/pendekatan-manajemen-sdm.html (diakses pada Rabu, 29 September 2021 pukul 14:41)

http://nananasyatus.blogspot.com/2014/06/v-behaviorurldefaultvmlo.html?m=1 (diakses pada Minggu, 3 Oktober 2021pukul 08:00)

https://www.maksindo.com/product/mesin-pengaduk-bumbu-hexagonal (diakses pada Minggu, 3 Oktober 2021 pukul 9:19)

https://pmw.co.id/portfolio/project-news-update/kawasan-mes-sis.html (diakses pada Minggu, 3 Oktober 2021 pukul 9:27)

http://indonesiatanpapacaran.com/kerjasama-event-indonesia-tanpa-pacaran/ (diakses pada Minggu, 3 Oktober 2021 pukul 9:34)

 

 

 

 3

Komentar